Seminar Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Sriwijaya (SMKMS)

Pemukiman sehat di lahan basahTema : "Tata kelola pemukiman tepian Sungai Musi Palembang"


PROTOKOL
SEMINAR MAHASISWA KESEHATAN MASYARAKAT SRIWIJAYA (SMKMS)
PALEMBANG, 09 MEI 2018

 

Latar belakang

Indonesia sebagai Negara kepulauan (sekitar 17.500 pulau) dengan panjang garis pantai sekitar 81,000 km juga dianugerahi berbagai jenis lahan basah pesisir dengan luasan yang sangat besar. Dari sekian banyak jenis lahan basah pesisir yang dijumpai di Indonesia, mangrove (sekitar 3,4 juta ha) dan hutan rawa gambut (sekitar 21 juta ha) merupakan yang paling dominan dan berpotensi besar dalam mengendalikan (bahkan juga meenimbulkan) bencana (baik akibat ulah manusia maupun akibat alami).

Eksploitasi atau alih fungsi lahan basah yang telah berlangsung berabad-abad di berbagai bagian dunia telah merusak jutaan hektar lahan basah, terutama di negara-negara industri. Pengatusan (Drainage) lahan basah berlangsung besar-besaran dengan alasan mengurangi bahaya banjir, memperbaiki sanitasi dan mereklamasi untuk pertanian. Kesalahan dalam pengolahan tanah dan pemeliharaan saluran dalam pengaturan tata air mikro berpotensi menurunkan produktivitas lahan basah seperti konsumsi bahan-bahan kimia yang berkepanjangan. Produktivitas lahan basah dapat menurun akibat degradasi kesuburan tanah, sifat fisika, dan biologi tanah (Maftuah et al. 2011; Masganti 2013; Maftuah et al. 2014; Masganti et al. 2014). Pengelolaan sumber daya tanah dan air di lahan basah harus mengintegrasikan pengelolaan lingkungan ekosistem lahan basah.

Selain permasalahan mengenai lingkungan, pemukiman yang ada atau didirikan di wilayah lahan basah juga menjadi salah satu permasalahan lahan basah yang cukup kompleks. Tata kelola pemukiman yang dirancang secara tepat menjadi salah satu solusi untuk meminimalisir dampak negatif dari alih fungsi lahan basah. Pemukiman yang sehat di wilayah lahan basah menjadi salah satu tuntutan yang harus di penuhi untuk dapat menghindari masyarakat dari penyakit-penyakit berbasis lingkungan di pemukiman lahan basahyang sudah menjadi masalah prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia, dimana angka kejadian dan kematiannya terjadi dalam waktu yang singkat. Pemukiman yang sehat harus pula didukung dengan kemampuan masyarakat dalam melakukan pengelolaan sanitasi dasar (meliputi penyediaan air bersih, penanganan limbah domestik, pengelolaan sampah, pembuatan SPAL) yang tepat dan sesuai dengan kondisi pemukiman di wilayah lahan basah.

Univeristas Sriwijaya, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Environmental Health Specialist Association (EHSA) Cabang Sumatera Selatan, BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ikatan Keluarga Alumni FKM UNSRI mempunyai peran dan tanggung jawab yang sama besar untuk memberikan kontribusi dalam pencegahan penyakit berbasis lingkungan dengan mengelola pemukiman sehat di wilayah lahan basah. Salah satu kontribusi dan tanggung jawab tersebut adalah dengan melaksanakan Seminar Nasional.

Batasan Kegiatan

Seminaryang diberi nama Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat inimerupakan pelatihan yang ditujukan bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya secara khusus dan masyarakat secara umum (selain mahasiswa FKM UNSRI, praktisi kesehatan, dan lainnya). Terdapat 4 topik yang dibahas dalam seminar ini yaitu:

Pemukiman Sehat di Wilayah Lahan Basah

Topik ini membahas mengenai peraturan terkait pemukiman sehat, permasalahan pemukimansecara umum dan permasalahan pemukiman di wilayah lahan basaha secara khusus, syarat pemukiman sehat secara umumdansyarat pemukiman sehat di wilayah lahan basah, serta disain yang tepat bagi pemukiman di wilayah lahan basah (rawa, tepian sungai, wilayah perairan pasang surut)guna mendukung atau menciptakan sebuah pemukiman yang sehat.

Pengelolaan Sanitasi Dasar Pemukiman di Lahan Basah

Topik ini membahas mengenai pengelolaan sanitasi dasar yang meliputi konsep umum sanitasi lingkungan, konsep dasar dari sanitasi lingkungan pada pemukiman lahan basah seperti penyediaan air bersih, pengelolaan sampah domestik, manajemen limbah cair domestik, pembuatan SPAL yang tepat.

Pola Penyebaran & Upaya Pencegahan Penyakit-Penyakit Berbasis Lingkungan di Pemukiman Lahan Basah

Topik ini membahas mengenai konsep dasar tentang penyakit-penyakit berbasis lingkungan dan wilayah, jenis-jenis penyakit berbasis lingkungan dan wilayah lahan basah, pola penyebaran penyakit spesifik di pemukiman lahan basah, upaya pencegahan penyakit-penyakit berbasis lingkungandi wilayah lahan basah.

Tata Kelola Pemukiman di Tepian Sungai Musi

Topik ini akan membahas mengenai permasalahan tata kelola pemukiman di tepian Sungai Musi(hambatan dan tantangan yang dihadapi pemerintah Kota Palembang), faktor yang mempengaruhi pelanksanaan tata kelola pemukiman di tepian Sungai Musi, kebijakan pemerintah Kota Palembang mengenai tata kelola pemukiman di tepian Sungai Musi guna mendukung terciptanya pemukiman yang sehat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Palembang.

Pembahasan topik tersebut pada seminar ini akan melibatkan narasumber ahli di bidang kesehatan lingkungan (pengelolaan sanitasi dasar dan penyakit-penyakit berbasis wilayah), ahli disain konsep rumah sehat di wilayah lahan basah, serta ahli dalam hal penatakelolaan pemukiman di wilayah lahan basah. Implikasi dari kegiatan iniadalahpeningkatan pengetahuan dan pemahaman bagi peserta seminar mengenai permasalahan dan solusi dari pemukiman di wilayah lahan basah.

Tujuan Seminar

  1. Mengetahui pemahaman tentang pemukiman yang sehat di  lahan basah
  2. Memberikan pemahaman tentang pengelolaan sanitasi dasar lingkungan pemukiman di wilayah lahan basah.
  3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola penyebaran dan pencegahan penyakit berbasis lingkngan di pemukiman lahan basah
  4. Mengetahui tentang tata kelola pemukiman tepian Sungai Musi Palembang